My heart says we've got something real
Can I trust the way I feel?
'Cause my heart's been fooled before
Am I just seeing what to see?
Or is it true, could you really be?
[CHORUS]
Someone to have and hold
With my heart and soul
I need to know, before I fall in love
Someone who'll stay around
Through all my ups and downs
Please tell me now, before I fall in love
[VERSE 2]
I'm at the point of no return
So afraid of getting burned
But I want to take a chance
Please, give me a reason to believe
Say, you're the one, that you'll always be
[CHORUS 2]
It's been so hard for me to give my heart away
But I would give my everything ,
Just to hear you say (you're)
-singer: Coco Lee-
Lagu lawas yg saya kenang lagii... :))
Never ignore a person who loves and cares for you, because one day you may realize that you've lost the moon while counting the stars -Anonymous-
Selasa, 01 Mei 2012
Stuck on You
Sweet you
Innocent me
Your pretty face made
every day of my life
fun and exciting
You teased me
You insulted me
You scolded me
You made me flattered
Your pathetic jokes,
weird anecdotes,
irrelevant stories
I missed them everyday
You hypnotized me
with your perspectives
You made me believe that there was nothing impossible in our world
You gave me vitamins and suplement of life
You yourself who formulated the recipes
I was already into you
Accept your kind heart
with my idealist mind
There were times I thought,or mostly hoped that you would fight for me
My innocent heart really had yours in it
She really lost her mind
thinking that her 'bestfriend' would stay close to her forever
She was too fool to realize
Hearts, my friend,
are indeed unstable
My heart was not wrong
Yours were not too
Ours merely followed their path
You know, my friend,
mine is still wandering around
Looking for yours
Instead yours are
stuck on someone else's
Did you know what feeling you left for her?
She deserved at least an explanation, you jerk
She couldn't be the same as before you kidnapped her last time
Not until you gave her a hug,an apologize,and a good conversation...
***Samarinda, October 15 2011***
Innocent me
Your pretty face made
every day of my life
fun and exciting
You teased me
You insulted me
You scolded me
You made me flattered
Your pathetic jokes,
weird anecdotes,
irrelevant stories
I missed them everyday
You hypnotized me
with your perspectives
You made me believe that there was nothing impossible in our world
You gave me vitamins and suplement of life
You yourself who formulated the recipes
I was already into you
Accept your kind heart
with my idealist mind
There were times I thought,or mostly hoped that you would fight for me
My innocent heart really had yours in it
She really lost her mind
thinking that her 'bestfriend' would stay close to her forever
She was too fool to realize
Hearts, my friend,
are indeed unstable
My heart was not wrong
Yours were not too
Ours merely followed their path
You know, my friend,
mine is still wandering around
Looking for yours
Instead yours are
stuck on someone else's
Did you know what feeling you left for her?
She deserved at least an explanation, you jerk
She couldn't be the same as before you kidnapped her last time
Not until you gave her a hug,an apologize,and a good conversation...
***Samarinda, October 15 2011***
Dream dream dream
Terkadang mimpi terasa begitu nyata,benar-benar nyata
Ya Tuhan... Kembali saya memimpikan hal yang sama
Engkau lah yang berkuasa atas diri saya,
Alam bawah sadar saya, keinginan-keinginan saya
yang bahkan saya sendiri tidak menyadarinya
atau mungkin menolak untuk percaya bahwa
sesungguhnya ada yang sudah terlalu lama
mendiami hati saya
Ya Tuhan... Apalah kuasa diri saya ini
Engkau yang Maha Membolak balikkan hati
Tolong saya menetapkan diri
Bantu saya menjauhkan angan dan mimpi
tentangnya
Apabila memang kami bukan TakdirMu
Bantu saya memilah-milah pikiran ini
agar tidak memberi jalan baginya untuk
masuk dan memenuhi batin saya
Saya hanya bisa memohon padaMu Tuhan
Bukalah jalan bagi kami
jikalau memang selama ini
saya yang tak mengerti isyaratMu
Saya yang tak bisa membaca tanda-tandaMu
Saya yang buta akan ketetapanMu
Ampuni lisan dan batin ini ya Tuhan...
Tolong dia juga Tuhan,,,
hanya Engkau yang mengetahui hati setiap hamba
beri ia ketenangan dan kemantapan hati
Permudahlah langkahnya
Perkuatlah pribadinya
Jernihkanlah mata batinnya
Tolong bantu setiap kesulitannya
Atau mungkin saya hanya bermimpi
Mimpi itu terasa begitu nyata
Begitu hidup dan dekat
Hingga saya enggan membuka mata
Tolong saya ya Tuhan...
(**Suatu pagi di kantor yang sepi.. Samarinda, 30 September 2011**)
Ya Tuhan... Kembali saya memimpikan hal yang sama
Engkau lah yang berkuasa atas diri saya,
Alam bawah sadar saya, keinginan-keinginan saya
yang bahkan saya sendiri tidak menyadarinya
atau mungkin menolak untuk percaya bahwa
sesungguhnya ada yang sudah terlalu lama
mendiami hati saya
Ya Tuhan... Apalah kuasa diri saya ini
Engkau yang Maha Membolak balikkan hati
Tolong saya menetapkan diri
Bantu saya menjauhkan angan dan mimpi
tentangnya
Apabila memang kami bukan TakdirMu
Bantu saya memilah-milah pikiran ini
agar tidak memberi jalan baginya untuk
masuk dan memenuhi batin saya
Saya hanya bisa memohon padaMu Tuhan
Bukalah jalan bagi kami
jikalau memang selama ini
saya yang tak mengerti isyaratMu
Saya yang tak bisa membaca tanda-tandaMu
Saya yang buta akan ketetapanMu
Ampuni lisan dan batin ini ya Tuhan...
Tolong dia juga Tuhan,,,
hanya Engkau yang mengetahui hati setiap hamba
beri ia ketenangan dan kemantapan hati
Permudahlah langkahnya
Perkuatlah pribadinya
Jernihkanlah mata batinnya
Tolong bantu setiap kesulitannya
Atau mungkin saya hanya bermimpi
Mimpi itu terasa begitu nyata
Begitu hidup dan dekat
Hingga saya enggan membuka mata
Tolong saya ya Tuhan...
(**Suatu pagi di kantor yang sepi.. Samarinda, 30 September 2011**)
If I had a Chance
If I had a chance
I would like to talk to you
I wanted to know
Just to make sure
if I've ever been in your heart
I only had this one short question for you
"Did you ever fall for me?"
There must have been a reason
for my heart to be stuck on yours
There must have been an excuse
for my mind to treasure memories of you
and I believe there's got to be a good explanation
for my wavering heartbeat when I wrote this note
I would like to talk to you
I wanted to know
Just to make sure
if I've ever been in your heart
I only had this one short question for you
"Did you ever fall for me?"
There must have been a reason
for my heart to be stuck on yours
There must have been an excuse
for my mind to treasure memories of you
and I believe there's got to be a good explanation
for my wavering heartbeat when I wrote this note
Stopping by Woods on a Snowy Evening by Robert Frost
Whose woods these are I think I know.
His house is in the village, though;
He will not see me stopping here
To watch his woods fill up with snow.
My little horse must think it queer
To stop without a farmhouse near
Between the woods and frozen lake
The darkest evening of the year.
He gives his harness bells a shake
To ask if there is some mistake.
The only other sound's the sweep
Of easy wind and downy flake.
The woods are lovely, dark, and deep,
But I have promises to keep,
And miles to go before I sleep,
And miles to go before I sleep
His house is in the village, though;
He will not see me stopping here
To watch his woods fill up with snow.
My little horse must think it queer
To stop without a farmhouse near
Between the woods and frozen lake
The darkest evening of the year.
He gives his harness bells a shake
To ask if there is some mistake.
The only other sound's the sweep
Of easy wind and downy flake.
The woods are lovely, dark, and deep,
But I have promises to keep,
And miles to go before I sleep,
And miles to go before I sleep
Kecewaa beraaaattt..........!!
Mungkin sebaiknya memang
kita tidak boleh berharap terlalu banyak pada film-film adaptasi dari
novel. Apalagi kalau novel itu sudah 'tumbuh besar' bersama kita..
Awal saya baca novel Harry Potter itu,,kelas 1 SMP, di perpustakaan sekolah kan ada tu bukunya. Tapi seinget saya, yang saya baca pertama kali itu buku keduanya "The Chamber of Secrets". Nah, setelah penasaran gimana awalnya sampai bisa jadi begitu,saya pinjem deh buku pertamanya. Alhasil,,buku ketiga,keempat,dst saya beli sendiri. Entah pake uang sendiri, atau hasil ngerayu ortu n kakak2. Hehehe. Maklum,setelah saya keranjingan dunia sihirnya JK Rowling, saya berhasil mempengaruhi kakak saya untuk ikutan gandrung. Dan saya sukses dalam hal itu. Kakak saya bahkan lebih lebay karena sering membeli pernak-pernik Harry Potter. Kalau saya sih cukup menebeng saja. Hahaha.
Sekitar dua-tiga tahun setelah saya pertama 'mengenal' The Boy who Lived itu, baru deh muncul gaungnya kalau banyak produser film yang mau memvisualisasikan imajinasi seorang single mother yang menulis awal kisah Harry Potter di sebuah kedai kopi sambil menjaga anaknya yang masih bayi. Pertama denger,,excited banget!! Waaa,,,seru kali yaa ngeliat semua yang saya bayangkan selama ini bakalan jadi nyata. Hohohoho. Okay, I'm ready for the first blow...
Well then, film Harry Potter pertama "The Sorcerer's Stone" bagus. Saya puas. Sempat terkagum-kagum sama niat para sineas film Inggris yang udah habis-habisan mengnggarap film pertama supaya orang mulai memperhatikan bahwa sihir itu ada, dalam dunia Harry tentunya. Ternyata emang niat mereka bikin film bagus. Yaah,,walaupun sana-sininya ada yang kurang cocok dengan novelnya. Tapi kalau saya mau 'nonton' novelnya, buat apa saya duduk di bioskop? Haha.
Jadilah, setiap sekuel Harry Potter keluar, saya merasa wajib untuk menontonnya di bioskop. Entah karena euforia orang2, atau karena memang itu termasuk daftar 'film wajib tonton di bioskop' saya. Kalau boleh ngomong sih, ya karena saya merasa 'dekat' dengan novelnya. Hah. Mungkin jadinya saya merasa berhak mengkritik atau memuji.
Sejauh ini,,menurut saya, film sekuel Harry Potter yang paling bagus adalah film pertamanya. Dari segi cerita, masih mengikuti alur dan elemen of surprisenya dapet lah. Makin kesini, film-film Harry Potter semakin beda dengan bukunya. Ada baiknya juga, agar para pembaca novelnya tidak bosan karena dapat menebak detail ceritanya. Namun kemudian dengan adanya perubahan disana-sini, saya bersyukur karena saya membaca novel Harry Potter jauh sebelum saya menonton filmnya. Jadi kapanpun saya membaca novelnya kembali, dunia sihir saya tetap utuh dan sama seperti dunia yang diciptakan oleh otak anak usia 13 tahun, pertama kali saya membacanya. Dan kemudian berkembang seiring bertambahnya kedewasaan saya.
"Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2". Wow. Finally, it comes to an end. Saya sedih harus berpisah dengan Daniel Radcliffe yang selama 10 tahun terakhir ini menjadi Harry Potter dengan apiknya. (Walaupun harus saya akui, anehnya saya tidak pernah memproyeksikan wajah karakter Harry Potter sebagai si Tampan Dan). Bisa dibayangkan besarnya ekspektasi saya sebagai penggemar setianya selama kurang lebih 1 dekade. Apalagi dengan adanya masalah bea cukai sinema Indonesia sehingga Harry Potter masuk ke 21 lebih lama dari yang dijadwalkan di seluruh dunia. Tapi saya menunggu. Dan akhirnya, bisa nonton juga.
The epic conclusion. Menurut saya, conclusionnya dapet lah, tapi epic? Tunggu dulu. Mungkin budgetnya kurang sehingga adegan perang yang sedianya sangat menghebohkan dan menggemparkan saya rasa 'kurang matang'. Atau mungkin saja memang perang yang benar-benar heboh itu hanya bisa terjadi di dalam kepala saya.
Yang sangat saya sayangkan adalah tidak diungkapnya masa lalu dan kerumitan kisah hidup panutan Harry Potter dan sebagian besar komunitas sihir, Prof. Albus Dumbledore. Padahal menurut saya, disitulah inti dan moral dari novel best seller yang mendunia ini. Entahlah. Ini hanya sedikit dari carut-marutnya pemikiran yang ada di otak saya. Apalah arti opini seorang saya, yang 'hanya' mengagumi karya ini dan tumbuh besar dengan imajinasi akan adanya dunia sihir di jaman serba mutakhir ini...
Awal saya baca novel Harry Potter itu,,kelas 1 SMP, di perpustakaan sekolah kan ada tu bukunya. Tapi seinget saya, yang saya baca pertama kali itu buku keduanya "The Chamber of Secrets". Nah, setelah penasaran gimana awalnya sampai bisa jadi begitu,saya pinjem deh buku pertamanya. Alhasil,,buku ketiga,keempat,dst saya beli sendiri. Entah pake uang sendiri, atau hasil ngerayu ortu n kakak2. Hehehe. Maklum,setelah saya keranjingan dunia sihirnya JK Rowling, saya berhasil mempengaruhi kakak saya untuk ikutan gandrung. Dan saya sukses dalam hal itu. Kakak saya bahkan lebih lebay karena sering membeli pernak-pernik Harry Potter. Kalau saya sih cukup menebeng saja. Hahaha.
Sekitar dua-tiga tahun setelah saya pertama 'mengenal' The Boy who Lived itu, baru deh muncul gaungnya kalau banyak produser film yang mau memvisualisasikan imajinasi seorang single mother yang menulis awal kisah Harry Potter di sebuah kedai kopi sambil menjaga anaknya yang masih bayi. Pertama denger,,excited banget!! Waaa,,,seru kali yaa ngeliat semua yang saya bayangkan selama ini bakalan jadi nyata. Hohohoho. Okay, I'm ready for the first blow...
Well then, film Harry Potter pertama "The Sorcerer's Stone" bagus. Saya puas. Sempat terkagum-kagum sama niat para sineas film Inggris yang udah habis-habisan mengnggarap film pertama supaya orang mulai memperhatikan bahwa sihir itu ada, dalam dunia Harry tentunya. Ternyata emang niat mereka bikin film bagus. Yaah,,walaupun sana-sininya ada yang kurang cocok dengan novelnya. Tapi kalau saya mau 'nonton' novelnya, buat apa saya duduk di bioskop? Haha.
Jadilah, setiap sekuel Harry Potter keluar, saya merasa wajib untuk menontonnya di bioskop. Entah karena euforia orang2, atau karena memang itu termasuk daftar 'film wajib tonton di bioskop' saya. Kalau boleh ngomong sih, ya karena saya merasa 'dekat' dengan novelnya. Hah. Mungkin jadinya saya merasa berhak mengkritik atau memuji.
Sejauh ini,,menurut saya, film sekuel Harry Potter yang paling bagus adalah film pertamanya. Dari segi cerita, masih mengikuti alur dan elemen of surprisenya dapet lah. Makin kesini, film-film Harry Potter semakin beda dengan bukunya. Ada baiknya juga, agar para pembaca novelnya tidak bosan karena dapat menebak detail ceritanya. Namun kemudian dengan adanya perubahan disana-sini, saya bersyukur karena saya membaca novel Harry Potter jauh sebelum saya menonton filmnya. Jadi kapanpun saya membaca novelnya kembali, dunia sihir saya tetap utuh dan sama seperti dunia yang diciptakan oleh otak anak usia 13 tahun, pertama kali saya membacanya. Dan kemudian berkembang seiring bertambahnya kedewasaan saya.
"Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2". Wow. Finally, it comes to an end. Saya sedih harus berpisah dengan Daniel Radcliffe yang selama 10 tahun terakhir ini menjadi Harry Potter dengan apiknya. (Walaupun harus saya akui, anehnya saya tidak pernah memproyeksikan wajah karakter Harry Potter sebagai si Tampan Dan). Bisa dibayangkan besarnya ekspektasi saya sebagai penggemar setianya selama kurang lebih 1 dekade. Apalagi dengan adanya masalah bea cukai sinema Indonesia sehingga Harry Potter masuk ke 21 lebih lama dari yang dijadwalkan di seluruh dunia. Tapi saya menunggu. Dan akhirnya, bisa nonton juga.
The epic conclusion. Menurut saya, conclusionnya dapet lah, tapi epic? Tunggu dulu. Mungkin budgetnya kurang sehingga adegan perang yang sedianya sangat menghebohkan dan menggemparkan saya rasa 'kurang matang'. Atau mungkin saja memang perang yang benar-benar heboh itu hanya bisa terjadi di dalam kepala saya.
Yang sangat saya sayangkan adalah tidak diungkapnya masa lalu dan kerumitan kisah hidup panutan Harry Potter dan sebagian besar komunitas sihir, Prof. Albus Dumbledore. Padahal menurut saya, disitulah inti dan moral dari novel best seller yang mendunia ini. Entahlah. Ini hanya sedikit dari carut-marutnya pemikiran yang ada di otak saya. Apalah arti opini seorang saya, yang 'hanya' mengagumi karya ini dan tumbuh besar dengan imajinasi akan adanya dunia sihir di jaman serba mutakhir ini...
Even in Part Two, which does an able job at tying up most of the loose ends, the backstory involving Dumbledore (Michael Gambon) and his brother (Ciaran Hinds) isn’t properly disentangled, while the romance between Ron and Hermione is laughably unconvincing. The 3D version, needless to say, is an expensive frivolity. (http://www.telegraph.co.uk/culture/harry-potter/8637540/Harry-Potter-and-the-Deathly-Hallows-Part-2-review.html)
"Surat untuk Aku"
Bagi sebagian orang,,memperoleh pekerjaan yang benar-benar cocok dan
sesuai itu nyaris mustahil. Bagi saya,,semua itu relatif. Cocok
menurut siapa? Sesuai dengan apa? Pertanyaan2nya akan terus berlanjut
dan tak akan ada habisnya.
Saya pernah mendengar bahwa,, di dunia ini, menjadi pintar saja tidaklah cukup. Banyak sekali faktor pendukung lain yang menentukan keberhasilan dan kemajuan dalam berkarir. Salah satunya adalah faktor keberuntungan. Hah. Ironis memang. Orang yang beruntung akan memiliki peluang dan celah yang tidak dimiliki orang pintar. Akan lebih baik lagi kalau orang itu pintar dan beruntung.
Saya bukan orang pintar, tapi saya bersyukur bahwa Allah selalu memberikan keberuntungan untuk saya. Pekerjaan yang saya geluti sekarang bukanlah pekerjaan yang selama ini saya impikan. Lagipula, apa gunanya memimpikan sesuatu yang kita sendiri tak tahu apakah kita benar2 menginginkannya? Oleh karena itu, saya tak berhenti bersyukur atas apa yang telah Allah tunjukkan untuk saya. Mungkin memang itu yang paling baik.
Menjadi sekretaris tak pernah sekelibatpun melintas dalam pikiran saya sebelumnya. Saya yakin tugas seorang sekretaris sangatlah berat dan menyita waktu. Kalau saya ini diri saya yang dulu,,saya jelas akan berpikir "buat apa jadi sekretaris? mendingan jadi ketuanya aja sekalian.. hahaha.."
Tapi saya bukanlah lagi anak manja dan egois itu. Saya sudah mulai belajar untuk beradaptasi. Saya belajar mendisiplinkan dan mendewasakan diri saya. Saya belajar merenung, menimbang, dan berpikir jauh ke depan.
Tantangan dan kesulitan sudah menghadang di sana. Saya, rapuh dan takut2, mencoba melangkah dan berpikir. Namun kemudian ada suara kecil yang berbisik "enough with the thinking, you idiot! you've thought enough. now it's the time to make decision. make a big step and then run!!"
Dan disinilah saya. Mencoba berlari2 kecil mengejar ketinggalan. Ketika halangan dan rintangan itu saya rasa tidak mengganggu, saya akan berlari. Saya akan melaju. Dan saat saya hapal semua jalan, saya yakinkan diri untuk mencoba mengepakkan sayap. Tidak besar, tapi cukup untuk terbang.
Rasa lelah dan galau mungkin nantinya akan membuat saya memperlambat langkah, bahkan berhenti dan beristirahat. Tapi tidak lama, kawan. Hanya sekedar menarik napas dan mengaturnya agar tak membuat sesak dada ini. Saya akan kembali berjalan, berlari2 kecil, berlari kencang, dan terbang. Karena saya mengerti benar bahwa sayap ini tak sabar untuk mengangkasa.....
Samarinda,16 Juli 2011
Saya pernah mendengar bahwa,, di dunia ini, menjadi pintar saja tidaklah cukup. Banyak sekali faktor pendukung lain yang menentukan keberhasilan dan kemajuan dalam berkarir. Salah satunya adalah faktor keberuntungan. Hah. Ironis memang. Orang yang beruntung akan memiliki peluang dan celah yang tidak dimiliki orang pintar. Akan lebih baik lagi kalau orang itu pintar dan beruntung.
Saya bukan orang pintar, tapi saya bersyukur bahwa Allah selalu memberikan keberuntungan untuk saya. Pekerjaan yang saya geluti sekarang bukanlah pekerjaan yang selama ini saya impikan. Lagipula, apa gunanya memimpikan sesuatu yang kita sendiri tak tahu apakah kita benar2 menginginkannya? Oleh karena itu, saya tak berhenti bersyukur atas apa yang telah Allah tunjukkan untuk saya. Mungkin memang itu yang paling baik.
Menjadi sekretaris tak pernah sekelibatpun melintas dalam pikiran saya sebelumnya. Saya yakin tugas seorang sekretaris sangatlah berat dan menyita waktu. Kalau saya ini diri saya yang dulu,,saya jelas akan berpikir "buat apa jadi sekretaris? mendingan jadi ketuanya aja sekalian.. hahaha.."
Tapi saya bukanlah lagi anak manja dan egois itu. Saya sudah mulai belajar untuk beradaptasi. Saya belajar mendisiplinkan dan mendewasakan diri saya. Saya belajar merenung, menimbang, dan berpikir jauh ke depan.
Tantangan dan kesulitan sudah menghadang di sana. Saya, rapuh dan takut2, mencoba melangkah dan berpikir. Namun kemudian ada suara kecil yang berbisik "enough with the thinking, you idiot! you've thought enough. now it's the time to make decision. make a big step and then run!!"
Dan disinilah saya. Mencoba berlari2 kecil mengejar ketinggalan. Ketika halangan dan rintangan itu saya rasa tidak mengganggu, saya akan berlari. Saya akan melaju. Dan saat saya hapal semua jalan, saya yakinkan diri untuk mencoba mengepakkan sayap. Tidak besar, tapi cukup untuk terbang.
Rasa lelah dan galau mungkin nantinya akan membuat saya memperlambat langkah, bahkan berhenti dan beristirahat. Tapi tidak lama, kawan. Hanya sekedar menarik napas dan mengaturnya agar tak membuat sesak dada ini. Saya akan kembali berjalan, berlari2 kecil, berlari kencang, dan terbang. Karena saya mengerti benar bahwa sayap ini tak sabar untuk mengangkasa.....
Samarinda,16 Juli 2011
Aku tak ingin yang muluk2
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya ingin kau mencintaiku seumur hidup..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya ingin kau setia padaku sampai kumati..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya ingin kau slalu ada di sampingku,,
membisikkan kata2 yg selalu ingin kudengar:
"sayang,kau cantik sekali....."
Aku tak ingin yg muluk2..
Yg kuinginkan hanya dukunganmu dlm stiap langkah yg kuambil..
Yg aku kuinginkan hanya teguranmu jika langkah yg kuambil salah..
Yg aku kuinginkan hanya tuntunanmu agar aku tak pernah salah langkah,,mengingatkanku akan perhitungan Sang Pencipta kelak..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya berharap kau tidak merasa malu membantuku di dapur..
Aku hanya berharap kau bisa meringankan pekerjaanku..
Aku hanya berharap kau bersedia menidurkan si kecil,meninabobokan dan menceritakan kisah dongeng untuknya,,disaat aku terlalu lelah untuk melakukannya..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya memiliki keinginan agar kau bisa membuatku tersenyum bahkan di saat2 tersulit kita..
Aku hanya memiliki keinginan kecil ini,,agar kau mampu meredakan amarahku dengan lelucon konyolmu..
Aku hanya punya harapan bahwa kau akan sanggup membuat hidupku selalu berwarna,,menertawakan tingkah bodohku,menanggapi gurauanku..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku cuma ingin kau memuji masakanku..
Aku cuma ingin kau menyetujui tatanan ruang dan perabot yg kupilihkan untuk kita..
Aku cuma ingin kau mengagumi hasil usahaku berdandan untukmu,,memoleskan tata rias dan memilih busana terbaik agar aku tampil sempurna di hadapanmu..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya berharap kau tetap mengutamakan keluarga di atas karir dan ambisimu..
Aku hanya berharap kau tidak lebih memilih untuk hadir di acara gathering bersama kolegamu dibanding ulang tahun buah hati kita..
Aku hanya berharap kau mau mendengarkan keluh kesah buah hati kita,,curahan hatinya tentang teman2 dan pelajaran2 sekolahnya,,meski waktumu rasanya terlalu berharga untuk itu semua..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya ingin kau selalu memikirkanku sesibuk apapun dirimu..
Aku hanya ingin kau mengingatku setiap melihat hal2 yg menjadi favoritku..
Aku hanya ingin kau tidak melupakan hari2 penting kita,,mengajakku kencan setiap peringatan ulang tahun pernikahan kita,,memberiku kejutan manis di hari ulang tahunku..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya mengharapkan senyum banggamu di hari buah hati kita mendapatkan promosi jabatan..
Aku hanya berharap kau akan menatap haru buah hati kita di hari pernikahannya..
Aku hanya mengharapkan tangis bahagiamu saat cucu kita lahir,,dengan sebelah tanganmu menggenggam erat tanganku seolah kau sedang mengingat momen penting itu,,momen dimana kau pertama kali menimang buah hati kita..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku cuma berharap di ulang tahun pernikahan kita yg ke 30,,kau masih menatapku dgn tatapan yg sama seperti 30 tahun silam..
Aku cuma berharap kau masih mau mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat2ku..
Aku cuma berharap saat itu kau masih suka membelai lembut rambutku yg sudah beruban,,mengusap air mata yg sesekali menetes membasahi wajahku yg sudah tak muda lagi,,dan mengecup bibirku sebelum kita berdua terlelap dalam heningnya malam..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya berharap kita menjadi tua bersama..
Aku hanya berharap kau masih dengan sabar menuntunku,,yg cara bicara dan berjalannya sudah tak semempesona dulu lg..
Aku hanya berharap di akhir khayatku pun kau ada disampingku,, mendampingiku melafalkan kata2 cinta pada Sang Pencipta...
Aku benar2 berharap kau mengelus pipi keriputku,, menguatkan aku sambil menggenggam jari jemariku yang kisut,,menatap mata sayuku,,seraya membisikkan ke telingaku:
"sayang,,aku ingin kau yg menjadi bidadariku di surga.. hanya kamu......."
Dan aku,,dengan linangan airmata bahagia dan rasa haru yg teramat sangat,,mengangguk lemah padamu utk yg terakhir kalinya..
Dengan sebuah pemikiran yg terlintas dalam benakku:
"Ampuni semua keegoisanku,,Ya Allah.. Dia adalah yg terbaik yg bisa Kau berikan padaku.. Aku tidak ingin yg muluk2......."
Malang,19 Desember 2010
Aku hanya ingin kau mencintaiku seumur hidup..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya ingin kau setia padaku sampai kumati..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya ingin kau slalu ada di sampingku,,
membisikkan kata2 yg selalu ingin kudengar:
"sayang,kau cantik sekali....."
Aku tak ingin yg muluk2..
Yg kuinginkan hanya dukunganmu dlm stiap langkah yg kuambil..
Yg aku kuinginkan hanya teguranmu jika langkah yg kuambil salah..
Yg aku kuinginkan hanya tuntunanmu agar aku tak pernah salah langkah,,mengingatkanku akan perhitungan Sang Pencipta kelak..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya berharap kau tidak merasa malu membantuku di dapur..
Aku hanya berharap kau bisa meringankan pekerjaanku..
Aku hanya berharap kau bersedia menidurkan si kecil,meninabobokan dan menceritakan kisah dongeng untuknya,,disaat aku terlalu lelah untuk melakukannya..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya memiliki keinginan agar kau bisa membuatku tersenyum bahkan di saat2 tersulit kita..
Aku hanya memiliki keinginan kecil ini,,agar kau mampu meredakan amarahku dengan lelucon konyolmu..
Aku hanya punya harapan bahwa kau akan sanggup membuat hidupku selalu berwarna,,menertawakan tingkah bodohku,menanggapi gurauanku..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku cuma ingin kau memuji masakanku..
Aku cuma ingin kau menyetujui tatanan ruang dan perabot yg kupilihkan untuk kita..
Aku cuma ingin kau mengagumi hasil usahaku berdandan untukmu,,memoleskan tata rias dan memilih busana terbaik agar aku tampil sempurna di hadapanmu..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya berharap kau tetap mengutamakan keluarga di atas karir dan ambisimu..
Aku hanya berharap kau tidak lebih memilih untuk hadir di acara gathering bersama kolegamu dibanding ulang tahun buah hati kita..
Aku hanya berharap kau mau mendengarkan keluh kesah buah hati kita,,curahan hatinya tentang teman2 dan pelajaran2 sekolahnya,,meski waktumu rasanya terlalu berharga untuk itu semua..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya ingin kau selalu memikirkanku sesibuk apapun dirimu..
Aku hanya ingin kau mengingatku setiap melihat hal2 yg menjadi favoritku..
Aku hanya ingin kau tidak melupakan hari2 penting kita,,mengajakku kencan setiap peringatan ulang tahun pernikahan kita,,memberiku kejutan manis di hari ulang tahunku..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya mengharapkan senyum banggamu di hari buah hati kita mendapatkan promosi jabatan..
Aku hanya berharap kau akan menatap haru buah hati kita di hari pernikahannya..
Aku hanya mengharapkan tangis bahagiamu saat cucu kita lahir,,dengan sebelah tanganmu menggenggam erat tanganku seolah kau sedang mengingat momen penting itu,,momen dimana kau pertama kali menimang buah hati kita..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku cuma berharap di ulang tahun pernikahan kita yg ke 30,,kau masih menatapku dgn tatapan yg sama seperti 30 tahun silam..
Aku cuma berharap kau masih mau mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat2ku..
Aku cuma berharap saat itu kau masih suka membelai lembut rambutku yg sudah beruban,,mengusap air mata yg sesekali menetes membasahi wajahku yg sudah tak muda lagi,,dan mengecup bibirku sebelum kita berdua terlelap dalam heningnya malam..
Aku tak ingin yg muluk2..
Aku hanya berharap kita menjadi tua bersama..
Aku hanya berharap kau masih dengan sabar menuntunku,,yg cara bicara dan berjalannya sudah tak semempesona dulu lg..
Aku hanya berharap di akhir khayatku pun kau ada disampingku,, mendampingiku melafalkan kata2 cinta pada Sang Pencipta...
Aku benar2 berharap kau mengelus pipi keriputku,, menguatkan aku sambil menggenggam jari jemariku yang kisut,,menatap mata sayuku,,seraya membisikkan ke telingaku:
"sayang,,aku ingin kau yg menjadi bidadariku di surga.. hanya kamu......."
Dan aku,,dengan linangan airmata bahagia dan rasa haru yg teramat sangat,,mengangguk lemah padamu utk yg terakhir kalinya..
Dengan sebuah pemikiran yg terlintas dalam benakku:
"Ampuni semua keegoisanku,,Ya Allah.. Dia adalah yg terbaik yg bisa Kau berikan padaku.. Aku tidak ingin yg muluk2......."
Malang,19 Desember 2010
The Right Thing
am I doing the right thing?
I just can't help myself
being selfish
and unfair
particularly to you
you deserve to get more than this
to be loved
and wanted
as much as the effort you put in
loving me
wanting me
I just can't help myself
to desperately think, argue, and seek for the right thing
for you, for us
and for me
maybe..
just possibly..
I merely don't understand, don't recognize, don't get the idea of the right thing to do..
as I realize that there's nothing wrong about love...
..It is simply the right thing..
I just can't help myself
being selfish
and unfair
particularly to you
you deserve to get more than this
to be loved
and wanted
as much as the effort you put in
loving me
wanting me
I just can't help myself
to desperately think, argue, and seek for the right thing
for you, for us
and for me
maybe..
just possibly..
I merely don't understand, don't recognize, don't get the idea of the right thing to do..
as I realize that there's nothing wrong about love...
..It is simply the right thing..
Just a beautiful praying :)
Bismillahirrahmannirrahim...
Ya Allah Ya Rabbi..
Aku minta izin bila suatu saat aku jatuh cinta
jangan biarkan cinta untukMu berkurang
hingga membuatku lalai akan adanya Engkau
Ya Allah Ya Rabbi..
Aku punya pinta bila suatu saat aku jatuh cinta
penuhilah hatiku dengan bilangan cintaMu
yang tak terbatas agar rasaku padaMu tetap utuh
Ya Allah Ya Rabbi..
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
pilihkanlah untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasihMu
dan membuatku semakin mengagumiMu
Ya Allah Ya Rabbi..
Bila suatu saat aku jatuh cinta
pertemukanlah kami
berikanlah kami kesempatan
untuk lebih mendekati cintaMu
Ya Allah Ya Rabbi..
Pintaku terakhir adalah
seandainya ku jatuh cinta
jangan pernah Kau palingkan wajahMu dariku
anugerahkanlah aku cintaMu
cinta yang takkan pupus oleh waktu...
...Amin ya Rabbal 'alamin...
(inget doa jaman SMA,,dpt dari temen2..) subhanallah..
Ya Allah Ya Rabbi..
Aku minta izin bila suatu saat aku jatuh cinta
jangan biarkan cinta untukMu berkurang
hingga membuatku lalai akan adanya Engkau
Ya Allah Ya Rabbi..
Aku punya pinta bila suatu saat aku jatuh cinta
penuhilah hatiku dengan bilangan cintaMu
yang tak terbatas agar rasaku padaMu tetap utuh
Ya Allah Ya Rabbi..
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
pilihkanlah untukku seseorang yang hatinya penuh dengan kasihMu
dan membuatku semakin mengagumiMu
Ya Allah Ya Rabbi..
Bila suatu saat aku jatuh cinta
pertemukanlah kami
berikanlah kami kesempatan
untuk lebih mendekati cintaMu
Ya Allah Ya Rabbi..
Pintaku terakhir adalah
seandainya ku jatuh cinta
jangan pernah Kau palingkan wajahMu dariku
anugerahkanlah aku cintaMu
cinta yang takkan pupus oleh waktu...
...Amin ya Rabbal 'alamin...
(inget doa jaman SMA,,dpt dari temen2..) subhanallah..
Langganan:
Postingan (Atom)